Ini Bimbel Kita FAHAM
Kemana perginya? perginya untuk belajar, kemana pulangnya? pulangnya ke tempat belajar, coba di cari bimbingan belajar mana yang cocok? untuk lebih memahami pelajaran dan kemauan petra-putri kita ,coba saja bergabung dengan kami.
Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri
Mengajar haruslah melibatkan otak kiri dan kanan siswanya. Jika tidak melibatkan kedua fungsi otak itu, ketidakseimbangan akan terjadi bagi diri siswa. Potensi salah satu otak itu akan lemah dan semakin lemah. Untuk itu, semua guru/dosen/trainer ketika mengajar haruslah menggunakan strategi pelibatan otak kiri dan kanan siswanya.
Belajar bahasa Inggris bagi Pemula
1. Speaking/berbicara,2.Listening/mendengarkan,3.Writing/menulis, 4 Pronunciation /pengucapan,5.Vocabulary/kosa kata,6. Reading / membaca, 7. Grammar dan Structure /tata bahasa.
Olahraga Otak
Olahraga otak sama pentingnya dengan olahraga tubuh. Dengan olahraga otak, akan terbentuk saraf baru yang dapat melindungi terhadap gejala demensia atau kepikunan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk olahraga otak.
Tips ( Rambu ) Memilih Sekolah
berikut ada beberapa hal Oleh karena itu, saya hanya akan menyampaikan beberapa rambu-rambu penting dalam pemilihan sekolah putera dan puteri Kita.
Minggu, 02 Januari 2011
Kegiatan Ekstrakurikuler Ditinjau dari Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah suatu rumusan hasil yang diharapkan dari siswa setelah menyelesaikan atau memperoleh pengalaman belajar. tujuan ini begitu penting karena merupakan pedoman untuk mengarahkan kegiatan belajar[1].
Tujuan ini dirumuskan dalam rangka mempermudah si pengajar dalam mendesain program dan kegiatan pengajaran ,mempermudah penilaian dan pengawasan hasil belajar sesuai yang diharapkan dan memberi pedoman bagi siswa dalam menyelesaikan materi dan kegiatan belajarnya. Dan tujuan pengajaran merupakan tujuan intermedier yang paling langsung dalam kegiatan interaksi belajar mengajar di sekolah.
Pemerintah telah menggariskan dasar-dasar tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia, sebagai pegangan dan sebagai dasar dalam menunaikan tugas kita sebagai pendidik, pembina masyarakat dan bangsa. Tujuan pendidikan dan pengajaran tersebut tertuang dalam Undang-undang No 12 tahun 1954, terutama pasal 3 dan pasal 4 berbunyi sebagai berikut[2]:
Pasal 3: “ tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Pasal 4: “ pendidikan dan pengajaran berdasarkan atas asas-asas yang termaktub dalam Pancasila dan UUD Negara Rebublik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia”.
Dari tujuan pembelajaran diatas, diharapkan dalam setiap membangun kegiatan ekstrakurikuler, sekolah mempunyai pijakan yang jelas dan dapat mengarahkan kegiatan ekstrakurkuler dengan tepat.
[1] Sardiman AM, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Press, 2003), hal. 71
[2] Lihat, M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: Rosda karya, 1998), Hal. 27
Selasa, 28 Desember 2010
Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
"jangan lupa ya , baca do'a terlebih dahulu"
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.
Senin, 13 Desember 2010
Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Apakah KTSP?
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing – masing satuan pendidikan (sekolah) dengan mengacu pada Standar nasional Pendidikan yang telah disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP).Mengapa KTSP diluncurkan?
Untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Mengingat adanya keberagaman etnis, budaya, kemampuan, dan potensi daerah selama ini, belum terakomodir secara optimal dalam pengembangan kurikulum pendidikan nasional. Padahal keberagaman tersebut, merupakan aset yang dapat dikembangkan menjadi nilai – nilai keunggulan nasional.
Apakah Maksud Standar Nasional Pendidikan?
Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah Indonesia yang meliputi 8 (delapan) standar, yaitu:
1. Standar Isi.
2. Standar Proses.
3. Standar Kompetensi Lulusan.
4. Standar Tenaga Kependidikan.
5. Standar Sarana dan Prasarana.
6. Standar Pengelolaan.
7. Standar Pembiayaan.
8. Standar Penilaian Pendidikan.
KTSP harus mengacu terutama pada 2 (dua) standar, yaitu Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Target yang ingin dicapai adalah setiap satuan pendidikan akan memiliki diferensiasi dan kreativitas pendidik yang dapat memacu kompetisi ke arah pendidikan Indonesia yang dapat lebih baik.
Penyusunan KTSP didasarkan pada prinsip diversifikasi kurikulum. Masing – masing satuan pendidikan dapat menyesuaikan kurikulumnya, dengan kekhasan sesuai keperluan satuan pendidikan, potensi daerah dan kondisi peserta didik.
Bagaimana Karakteristik KTSP?
Adanya hak bagi satuan pendidikan untuk dapat menyusun kurikulm masing – masing yang disesuaikan dengan ciri khas masing – masing.
Kegiatan belajar mengajar lebih berpusat pada peserta didik mengembangkan kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan, menantang dan kontekstual.
Melaksanakan penilaian kelas yang lebih efektif agar pencapaian kompetensi masing – masing peserta didik dapat diketahui dengan menggunakan berbagai cara, seperti:
* Kumpulan kerja siswa,
* Hasil karya,
* Penugasan,
* Unjuk kerja, dan
* Tes tertulis.
Pengelolaan kurikulum berbasis satuan pendidikan mengacu pada:
* Visi dan misi satuan pendidikan,
* Mengembangkan perangkat kurikulum sendiri,
* Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya,
* Pemantauan dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, dan kualitas pelayan terhadap peserta didik.
* Kolaborasi horizontal dengan komite sekolah, organisasi profesi, dan sekolah lain.
* Kolaborasi vertikal dengan Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan.
Apakah Komponen KTSP?
Visi/tujuana pendidikan satuan pendidikan.
Struktur dan muatan KTSP.
* Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah tersebut.
* Muatan lokal yang dipilih,
* Kegiatan pengembangan diri yang dilakukan,
* Pengaturan beban belajar,
* Pengaturan ketuntasan belajar,
* Kenaikan kelas, kelulusan dan penjurusan,
* Pendidikan kecakapan hidup,
* Pendidikan berbasis keunggulan lokal atau global.
Kalender Pendidikan.
Silabus dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP).
Bagaimana Cara Penyusunan KTSP?
Dalam menyusun KTSP satuan pendidikan dapat memilih 3 (tiga) cara sesuai dengan kemampuan masing – masing:
1. Membuat sendiri dengan berpedoman pada Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh BSNP.
2. Mengadaptasi dari KTSP yang sudah disusun oleh satuan pendidikan lain.
3. Mengadopsi dari model – model yang telah dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Kualitas masing – masing satuan pendidikan akan salah satunya dapat diukur dari kemampuannya dalam menyusun KTSP.
Apakah Landasan Hukum KTSP?
* Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.
* Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 22 Tahun 2006, tentang Standar Isi.
* Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan.
* Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 24 Tahun 2006, tentang Pelaksanaan Standar Isi.
* Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 6 Tahun 2007, tentang Standar Kompetensi Lulusan.
* Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Sumber
Pusat Informasi dan Humas (PIH) dan Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional



